Bang Buyung Memberi Saya Setelan Jas

Saya mengenal baik bang Buyung ketika mengikuti semacam pelatihan di Tunisia selama tiga bulan pada awal 1990-an. Saat itu beliau tampil sebagai pemateri. Ketika itu dia sedang sekolah di Belanda setelah kantor pengacaranya ditutup. Hampir tiap hari kita kontak intensif dengan almarhum. Bahkan saya membantu mengetik lembar per lembar disertasinya. Dan hadiahnya, bang Buyung memberi…