Bertemu Di Delanggu

Sebuah Catatan untuk Kawan Dodo Widodo Budidarmo, mendengar kamu meringkuk tak berdaya di rumah sakit saya kaget. Lintasan rasa kehilangan seorang kawan pun terbersit. Seolah kode untuk bersiap hati (lagi). Karena terlalu sering kawan-kawan kita tumbang karena cuek urusan kesehatan. Dan buru-buru saya buang  jauh-jauh pikiran itu. Pilihan ini cuma dua: sehat atau mati. Tidak…

Widodo Budidarmo: Cinta dan Pengabdian Tanpa Batas

Mak Bencong, demikianlah aku dan anak-anak di Sumur Batu memanggilnya. Aku besar di lingkungan yang terbilang padat di wilayah Jakarta Pusat dan punya kekeluargaan yang erat. Mak Otik adalah penjual nasi uduk favoritku dan favoritnya. Aku dan anak-anak kecil di lingkungan itu sering meledeknya, karena bagi kami “bencong” adalah sesuatu yang aneh pada waktu itu.…

In Memoriam Dodo

Oleh: Mardiyah Chamim Dodo pernah cerita, sejak SD dia sudah tahu bakal jadi orang merdeka, sudah tahu jalan yang akan dilalui. Ndak banyak orang yang tahu apa yang dia mau sejak kecil. “Saya nikmati kabeh, ben iso ngguyu sak madyo, to, mbak.” (- Saya nikmati semuanya, biar bisa tertawa ala kadarnya) Di SMP, dia banyak…